
SOLUSIMEDIA.ID,KALTIM— Dalam puncak perayaan Erau Adat Kutai 2025, ritual mengulur naga kembali menjadi momen sakral dan penuh makna yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Prosesi ini digelar di Sungai Mahakam, di hulu kawasan Kutai Lama, Kecamatan Anggana, sebagai bagian inti dari rangkaian adat yang dilestarikan oleh komunitas adat Kutai.
Ritual tersebut melibatkan penggunaan replika naga laki dan naga bini (berwujud perempuan), yang diarak melalui perahu di sungai. Masyarakat adat mengangkat replika naga tersebut dari tepian, lalu meletakkannya di atas perahu sebelum diluncurkan ke arus sungai sebagai simbol penyucian diri dan permohonan perlindungan terhadap unsur jahat, baik yang tampak maupun tidak.
Pada pengambilan tema “Naga” ini, warga dan pihak adat berharap agar prosesi membawa keseimbangan alam dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kutai. Prosesi berlangsung meriah, diiringi sorak-sorai dan antusiasme khalayak yang menyaksikan dari tepi sungai maupun perahu.
Festival Erau sendiri merupakan wadah ekspresi budaya dan identitas masyarakat Kutai Kartanegara. Di dalamnya terkandung ritual-ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun, termasuk tiang ayu, tarian tradisional, hingga pagelaran musik dan seni khas lokal. Ritual mengulur naga diharapkan menjadi puncak yang menghubungkan dimensi spiritual, sosial, dan pariwisata budaya.
Dengan digelarnya ritual ini, penyelenggara berharap agar Erau tidak sekadar menjadi ajang hiburan atau tontonan, melainkan juga momen bagi generasi muda untuk memahami akar budaya serta memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan leluhur Kutai.(*)





