HealthLifestyle

Robotik,Teknologi Transplantasi Ginjal Tekan Risiko Komplikasi

 

SOLUSIMEDIA.ID –  Para penderita gagal ginjal stadium akhir menaruh harapan besar untuk bisa memiliki kehidupan yang lebih baik . Salah satunya melalui upaya transplantasi ginjal. Meskipun di satu sisi hal itu memiliki tantangan besar.

Salah satu terobosan penting  adalah penggunaan donor dari pasien yang meninggal dunia (donor kadaver). Dr. Aries Perdana (SpAn-KKV) saat  5th Siloam Urology-Nephrology Summit 2025 menyebut bahwa donor kadaver bisa menjadi jawaban atas tingginya keterbatasan donor hidup. Kunci keberhasilan donor kadaver termasuk diagnosis mati batang otak yang tepat, manajemen donor di ruang ICU, dan koordinasi nasional antar rumah sakit.

BACA JUGA  Sering Dianggap Mandiri, Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Membuat Kucing Stres

Setelah transplantasi, tantangan terbesar lainya yakni  respons tubuh terhadap ginjal baru. Untuk mencegah penolakan organ, pasien harus mengonsumsi obat penekan sistem imun (imunosupresan), dengan tacrolimus sebagai salah satu yang utama. Penggunaan obat sekali sehari menunjukkan potensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

Teknologi dan Robotik

Inovasi juga menjadi bagian vital dari masa depan transplantasi ginjal. Prof. Shin Sung dari Korea Selatan memperkenalkan teknologi transplantasi ginjal berbantuan robotik, yang diklaim dapat meningkatkan presisi operasi, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko komplikasi pascaoperasi.

BACA JUGA  Dinkes Makassar Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Respons Cepat LONTARA+

Data dari Siloam ASRI yang telah menangani 464 pasien transplantasi ginjal ,  tingkat kelangsungan hidup 1 tahun (one-year survival rate) mencapai 98,9 persen. Ini menjadi bukti bahwa bila prosedur dilakukan dengan standar tinggi, hasilnya bisa sangat memuaskan.(*) 

(*)

Lihat Semua

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button