
“Kalau ada hampir 10 ribu kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Seluruh anggota keluarga harus diperiksa gratis, bukan hanya untuk TBC, tetapi juga dicek gula darah, tekanan darah, dan dilakukan foto rontgen,” tuturnya.
“Dengan begitu, jika ada penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal,” lanjutnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Kesehatan RI akan menyalurkan bantuan alat kesehatan berupa rontgen portabel.
Alat ini memiliki bobot ringan, sekitar tiga kilogram, sehingga dapat digunakan secara fleksibel hingga ke tingkat kelurahan dan rumah warga.
“Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Bisa digunakan di puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga. Ini akan sangat mempermudah proses diagnosis,” jelasnya.
Khusus untuk Kota Makassar, pemerintah pusat menargetkan penyaluran sekitar 20 unit alat rontgen portabel.
“Dengan kapasitas satu alat melayani sekitar 3.000 pasien, kami perkirakan sebanyak 60.000 warga Makassar akan menjalani pemeriksaan sepanjang tahun 2026,” tutup Benyamin.





