
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan mencatat kinerja pasar modal domestik mengalami tekanan sepanjang Maret 2026 seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Dalam laporan resmi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi 14,42 persen secara bulanan dan 18,49 persen secara year-to-date (ytd).
“Peningkatan volatilitas dipicu masih berlanjutnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah,” ungkap OJK dalam siaran persnya.
Tekanan pasar juga tercermin dari aksi jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp23,34 triliun pada Maret 2026. Kondisi ini berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mencatat net buy.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami moderasi menjadi Rp20,66 triliun, seiring sikap wait and see pelaku pasar menghadapi ketidakpastian global.
Di pasar obligasi, tekanan juga terjadi dengan penurunan indeks obligasi dan kenaikan yield Surat Berharga Negara (SBN) akibat meningkatnya persepsi risiko.
Meski demikian, jumlah investor pasar modal justru menunjukkan tren positif dengan penambahan 1,78 juta investor baru sepanjang Maret 2026. Secara keseluruhan, jumlah investor telah mencapai 24,74 juta atau tumbuh 21,51 persen sejak awal tahun.





