
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menilai bahwa sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan tetap terjaga stabil dan resilient dalam mendukung perekonomian regional maupun nasional di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global dan domestik.
Stabilitas sektor jasa keuangan tercermin dari pertumbuhan kinerja yang positif di sektor Perbankan (PBKN); Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK); Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP); dan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya (PVML).
Pada posisi Maret 2025, Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel Sulbar) mencatatkan kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua yang tumbuh secara year on year (yoy) pada Total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit.
Total Aset tumbuh sebesar 5,91 persen atau sebesar Rp11,44 triliun, dengan total Aset mencapai Rp204,99 triliun; DPK tumbuh 6,55 persen atau sebesar Rp844 Triliun, dengan total DPK mencapai sebesar Rp137,34 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 3,76 persen atau sebesar Rp6,01 triliun, dengan total penyaluran kredit mencapai sebesar Rp165,78 triliun.





