
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Perkembangan ilmu keperawatan menuntut tenaga kesehatan tidak hanya menguasai keterampilan klinis, tetapi juga mampu menerapkan praktik berbasis bukti _(evidence-based practice)_ dalam setiap pengambilan keputusan. Melalui pengalaman belajar lintas negara, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami bagaimana riset, pendidikan, dan pelayanan kesehatan terintegrasi untuk menghasilkan layanan yang berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.
Semangat tersebut mendorong dua mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Dedi Mizwar dan Rezky Salsabila, mengikuti Global Basic and Clinical Practice Exchange Program 2026 di Kanazawa University, Jepang. Program ini merupakan wadah pembelajaran internasional yang memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kompetensi klinis calon perawat dalam menghadapi tantangan kesehatan global.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Keperawatan Unhas dengan Kanazawa University. Tahun 2026 ini, kerja sama juga melibatkan mahasiswa dari Taipei Medical University, Taiwan. Kolaborasi tersebut merupakan ruang pertukaran pengetahuan mengenai pendidikan keperawatan, sistem pelayanan kesehatan, serta inovasi praktik klinis yang berkembang di berbagai negara.





