
“Kalau dulu yang kuat yang jadi pemimpin tetapi sekarang yang cepat dan adaptif ialah yang jadi pemimpin,” ujar Danny di hadapan peserta.
Olehnya, ia bilang keunggulan di dunia hari ini sangat berubah. Tidak lagi diukur berdasarkan kuatnya saja tetapi cepat dan adaptif atau bahasa lainnya ialah update. “Itulah yang unggul,” tekannya.
Dalam pengalamannya memimpin Makassar, ia bilang cukup menantang lantaran masyarakat Makassar yang heterogen dan lebih berperilaku sebagai influencer bukan followers. Makanya salah satu upayanya ialah membuat program Protokol Sentuh Hati.
Karena ia menilai, kepemimpinan ialah komunikasi melalui sentuh hati untuk membangkitkan partisipasi masyarakat.
Danny Pomanto sapaan akrabnya juga blak-blakan bahwa berkaitan dengan kepemimpinan dirinya yang sudah hidup di empat alam sehingga membawa dirinya mampu memimpin Kota Makassar saat ini.
Pertama hidup di lorong sempit sehingga menjadikannya pemimpin dengan julukkan Anak Lorongna’ Makassar.
Lalu merintis karir menjadi dosen di dunia akademisi. Ketiga sebagai profesional dalam bidang arsitektur. Dan keempat sebagai tokoh politik di Makassar.





