
SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Dalam rangka Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), petani tambak juga diberikan materi mengenai pengobatan ikan air tawar.
Ahli Madya dari BPTPB, Astuti, menjelaskan bahwa beberapa penyakit pada ikan air tawar disebabkan oleh mikroorganisme dan dapat diatasi dengan menjaga suhu air, meningkatkan pergantian air, dan pengobatan ikan yang terinfeksi.
Salah satu strategi utama dalam pengendalian penyakit adalah mempertahankan suhu air di bawah 29 derajat Celsius selama dua minggu atau lebih.
Suhu yang tepat dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan kesehatan ikan. Selain itu, meningkatkan frekuensi pergantian air juga menjadi langkah krusial dalam menjaga kualitas lingkungan tambak.
Dalam menangani ikan yang terinfeksi, langkah pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan disinfektan. Salah satu metode yang umum adalah perendaman ikan dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi antara 500 hingga 1.000 ppm, tergantung pada jenis dan umur ikan. Proses perendaman ini harus dilakukan selama 24 jam dan diulang setiap dua hari untuk memastikan efektivitasnya.





