
Titi tak berhenti disitu, ia mengatakan rutinitas pagi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengecek kotanya dimulai dari sampah, sungai hingga kemacetan.
“Beliau (Danny Pomanto) tiap pagi ngecek sampah lewat cctv. Jika ia mendapat sampah berserakan beliau langsung menelpon camat dan lurah. 2 jam beres dan masyarakat senang. Sungai juga ia cek lewat cctv, kemacetan juga. Nah, banyak sekali layanan publik yang bisa diselesaikan dengan CCTV ini,” tuturnya.
Karena memiliki banyak kemudahan dan manfaat bagi masyarakat luas. Tito Karnavian secara gamblang meminta seluruh Wali Kota menerapkan sistem digital security seperti yang diterapkan di Kota Makassar.
Anggarannya pun terbilang murah menurut Tito, hanya 30 Miliar. Pemkot Makassar sudah mampu menghadirkan ratusan cctv di kotanya.
“Saya dulu mau buat cctv waktu jadi kapolri dimintai 1 Triliun. Langsung saya batal. Dan saya bertanya ke pak Danny beliau hanya menggelontorkan anggarannya 30 M Bapak semua bisa buat dan dipantau di ipadnya langsung. Jangan diproyekkan tapi pekerjakan anak-anak asli dari kota anda itu sangat membantu. Biayanya pun murah,” pintanya.





