
SOLUSIMEDIA.ID, JAKARTA – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan penerima manfaat, mulai dari anak usia dini hingga pelajar, menjalani pengukuran tinggi dan berat badan setiap enam bulan sekali.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kebijakan ini penting untuk memastikan distribusi makanan bergizi benar-benar berdampak pada tumbuh kembang anak.
“Tadi sudah disetujui bahwa setiap enam bulan para peserta akan kita ukur tinggi dan berat badannya,” ujar Budi saat konferensi pers di Jakarta.
Data hasil pengukuran akan langsung masuk ke sistem Cek Kesehatan Gratis (CKG) sehingga status gizi anak dapat dipantau secara nasional hingga ke level sekolah dan individu. Dengan cara ini, pemerintah bisa mendeteksi lebih dini masalah gizi sekaligus memperbaiki menu, distribusi, maupun alokasi anggaran program di masa depan.
Selain memantau pertumbuhan anak, pemerintah juga memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan. Melalui kerja sama dengan 450 ribu sekolah di seluruh Indonesia, Unit Kesehatan Sekolah (UKS) akan memeriksa kondisi makanan berdasarkan bau, warna, tekstur, hingga kelayakan fisik.





