
“Sekolah bisa periksa dulu makanannya sebelum diberikan,” tambah Budi.
Kebijakan evaluasi berkala ini dinilai membawa banyak manfaat:
- Deteksi dini masalah gizi anak.
- Transparansi efektivitas program MBG.
- Dasar kebijakan jangka panjang perbaikan layanan gizi.
- Perlindungan kesehatan anak dari risiko makanan tidak layak konsumsi.
Meski begitu, sejumlah tantangan masih menanti, mulai dari ketersediaan tenaga kesehatan, kesiapan sekolah, hingga keamanan data anak. Namun pemerintah optimistis, dengan dukungan lintas kementerian, sekolah, dan masyarakat, program ini bisa benar-benar menjadi instrumen perbaikan kualitas generasi muda Indonesia.(*)





