KaltimNewsRegional

30 Pembudidaya Ikan PPU Ikuti Bimtek Budidaya Nila Salin di Yogyakarta

SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Sebanyak 30 pembudidaya ikan dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Nila Salin yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan (Diskan) di Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari 8 hingga 11 Oktober 2024.

Musakkar, Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Diskan PPU, menekankan pentingnya pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para pembudidaya di daerah.

“Pelatihan efektif dilaksanakan selama dua hari, namun kami siapkan waktu empat hari sejak keberangkatan sampai pulang,” ujar Musakkar.

Walaupun sesi pelatihan utama berlangsung selama dua hari, waktu yang lebih panjang disediakan untuk perjalanan agar para peserta dapat memanfaatkan pengalaman secara maksimal. Keberangkatan dan kepulangan menjadi bagian penting dari proses belajar ini, yang diharapkan mampu memperkuat jaringan antar pembudidaya.

Dengan pelatihan ini, Diskan PPU berharap dapat memberdayakan para pembudidaya lokal, sehingga mereka mampu bersaing dan berkontribusi lebih besar dalam pengembangan sektor perikanan di wilayah mereka.

BACA JUGA  Walkot Makassar Terima Pengurus Aspikom Terpilih, Appi : Makassar Kota Damai dan Orang Akan Terkesan

30 Pembudidaya Ikan PPU Ikuti Bimtek Budidaya Nila Salin di Yogyakarta

Para peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Nila Salin di Yogyakarta menerima beragam materi dari narasumber dari Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini membekali mereka dengan pemahaman menyeluruh tentang budidaya ikan nila salin.

Materi yang disampaikan meliputi persiapan kolam budidaya, pemilihan bibit, serta pakan dan teknik pemberian makan ikan nila salin. Selain itu, peserta juga mempelajari manajemen kualitas air, pengendalian hama, dan penyakit yang umum terjadi.

Kegiatan Bimtek ini tidak hanya teori, tetapi juga praktik lapangan. Para peserta diajak mengunjungi kawasan pengembangan budidaya ikan nila salin untuk mendapatkan pemaparan langsung mengenai pemeliharaan kolam, observasi, serta diskusi dan evaluasi terkait praktik yang telah dilakukan.

BACA JUGA  OJK Tunjuk Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner untuk Jaga Keberlanjutan Kepemimpinan

Musakkar menjelaskan bahwa Ikan Nila Merah Salin, atau Nilasa, merupakan salah satu komoditas unggulan BPTPB DIY. BPTPB secara rutin menyelenggarakan sosialisasi budidaya ikan nila salin dengan sistem bioflok dan menerima kelompok pembudidaya dari berbagai daerah yang tertarik dengan varietas ini.

Peserta juga diajarkan pentingnya menjaga kadar oksigen terlarut di dalam kolam, dengan optimalisasi pada 5 miligram per liter, karena konsentrasi di bawah 4 mg/l dapat berdampak negatif pada kehidupan akuatik.

Musakkar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat dan kemampuan pembudidaya perikanan air tawar dan payau di Kabupaten PPU, terutama dalam pengembangan ikan nila salin yang dinilai lebih mudah beradaptasi dengan kondisi lokal.

Selain itu, metode budidaya yang ditawarkan, baik menggunakan kolam beton maupun sistem bioflok, memungkinkan pembudidaya untuk beroperasi meski dengan lahan terbatas.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button