KaltimNewsRegional

Peningkatan Kesehatan Ikan: Teknik Pengobatan Diajarkan dalam Bimtek di PPU

SOLUSIMEDIA.ID, PENAJAM – Dalam rangka Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), petani tambak juga diberikan materi mengenai pengobatan ikan air tawar.

Ahli Madya dari BPTPB, Astuti, menjelaskan bahwa beberapa penyakit pada ikan air tawar disebabkan oleh mikroorganisme dan dapat diatasi dengan menjaga suhu air, meningkatkan pergantian air, dan pengobatan ikan yang terinfeksi.

Salah satu strategi utama dalam pengendalian penyakit adalah mempertahankan suhu air di bawah 29 derajat Celsius selama dua minggu atau lebih.

Suhu yang tepat dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan meningkatkan kesehatan ikan. Selain itu, meningkatkan frekuensi pergantian air juga menjadi langkah krusial dalam menjaga kualitas lingkungan tambak.

BACA JUGA  Plh Sekda Kota Makassar Buka Musrenbang Kecamatan Mariso, Harapkan Program yang Berdampak Nyata

Dalam menangani ikan yang terinfeksi, langkah pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan disinfektan. Salah satu metode yang umum adalah perendaman ikan dalam larutan garam dapur dengan konsentrasi antara 500 hingga 1.000 ppm, tergantung pada jenis dan umur ikan. Proses perendaman ini harus dilakukan selama 24 jam dan diulang setiap dua hari untuk memastikan efektivitasnya.

Alternatif lain untuk pengobatan adalah dengan menggunakan bahan alami, seperti batang pisang. Batang pisang segar sepanjang 100 cm yang dipotong menjadi empat bagian dapat dimasukkan ke dalam kolam berukuran 200 meter persegi selama 3-4 hari.

BACA JUGA  Ketua DWP Makassar, Fadliah Firman, Tunjukkan Kekompakan di Cooking Class APEKSI 2024

Selain itu, perendaman dengan jantung pisang yang telah diblender dan dicampur satu liter air, lalu disemprotkan ke permukaan kolam, juga dapat menjadi solusi yang efektif.

Dengan pemahaman dan penerapan teknik pengobatan yang tepat, peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) diharapkan dapat mengurangi kematian ikan dan dampak negatif terhadap perekonomian mereka.

“Itu jenis penyakit dan pengobatan ikan air tawar. Nah, untuk varietas nilasa cukup tahan terhadap penyakit. Sehingga, pembudidaya kita cukup antusias. Varietas nilasa memiliki tingkat kehidupan 90 persen,” tutup Musakkar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button