KaltimNewsRegional

Akademi Bola Basket Usia Dini Resmi di Launching, Pelatih Andaz Harap Jadi Atlet Berprestasi Untuk Kaltim

 

Solusimedia.id, Samarinda– Acara Open Turnamen Bola Basket three x three (3×3) Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2024 di Atrium Bigmall Samarinda pada tanggal 30 Oktober beberapa waktu lalu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim telah melaunchingkan beberapa Cabang Olahraga (Cabor) binaannya untuk usia dini. Salah satu di antaranya adalah cabor bola basket yang hadir ditengah masyarakat sebagai awal perkenalan Olahraga bola basket.

Dispora provinsi Kaltim sebagai penyelenggara acara menampilkan Akademi Bola Basket usia dini sebagai bentuk komitmennya dalam melakukan pembinaan dan pembibitan atlet di usia dini hingga pelajar.

Melalui Pelatih Akademi Bola Basket Dispora Kaltim, Andaz Hermana, mengatakan bahwa pada saat turnamen 3×3 tersebut berlangsung, dari pihak akademi binaannya juga turut mengikutsertakan atlet mereka untuk bertanding guna meningkatkan kemampuan dan pengalamannya dalam bertanding.

BACA JUGA  Kolaborasi untuk Hunian Berkelanjutan, Disperkim Makassar Aktif dalam Rakor Perumahan Perkotaan

“Jadi kita turunkan sekitar 4 Tim, yang KU-12 Mix ada 3 tim dan satunya KU-10 sebagai Tim pengenalan kita gugur di 8 besar,” kata Andaz.

Selain itu, Ia menilai bahwa kekalahan tersebut disebabkan atlet kurang rutin dalam berlatih sehingga chemistry dari atlet belum terbentuk secara sempurna.

“Salah satu penyebab kekalahan, yang pertama kurangnya bermain bersama karena jadwal latihan seminggu 3x dan beberapa atlet kadang bisa latihan 1-2 kali saja seminggu,” jelasnya.

Pun, Ia mengatakan bahwa dari hasil pertandingan tersebut dapat menjadi pelajaran baik untuk atlet sehingga lebih termotivasi untuk terus berlatih dan berkembang menjadi atlet yang berprestasi.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Laporkan Dugaan Pemalsuan Surat Terkait Aset Perumahan Pemda Manggala ke Polda Sulsel

Lebih lanjut, Ia akan melakukan evaluasi perkembangan atlet dengan meningkatkan porsi latihan dan lebih memperbanyak sparing antar club-club local.

“Evaluasi yaitu dengan mempersiapkan lebih banyak latihan bersama selama 1-2 bulan sebelum pertandingan dimulai dan akan menambah waktu latihan 1 Minggu sekali di luar jam akademi untuk melatih kekompakan, kerjasama dan skil individual masing-masing atlet,” urainya.

“Bukan berarti jadwal latihan akademi kurang, hanya saja banyak siswa nya jadi kita kurang fokus untuk melatih tim yang akan bertanding,” tutupnya.

Kendati demikian, Andaz berharap akademi bola basket dapat terus berkembang sehingga mampu menciptakan regenerasi atlet muda berprestasi dan mendapatkan dukungan positif dari masyarakat.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button