SOLUSIMEDIA.ID , PENAJAM – Budidaya komoditas kepiting cukup diminati masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan pesisir.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten PPU, Musakkar, menjelaskan, sejauh ini selain warga atau Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar (Pokdakan) yang tertarik mengembangkan usaha budi daya kepiting, terutama jenis kepiting bakau, namun juga masayarakat umum . Hanya saja , terbatasnya anggaran, sehingga pihaknya belum dapat memenuhi semua permintaan bantuan, seperti penyediaan apartemen kepiting.
“Sebenarnya, jika untuk pengembangan usaha, pemanfaatan apartemen kepiting dapat lebih luas,” ujar Musakkar, Senin (4/11/2024).
Musakkar menambahkan , para anggota Pokdakan dapat melihat peluang usaha dan mengelola pengembangan budidaya melalui apartemen kepiting, dimana hasilnya bisa menjadi modal untuk meningkatkan usaha mereka.
Musakkar berharap akan ada lebih banyak dukungan termasuk pemanfaatan anggaran daerah maupun dari penyaluran pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten PPU untuk mencapai dan membina Pokdakan lainnya.
“Jadi, bukan hanya Pokdakan Desa Sesulu dan Api-Api yang memiliki minat tinggi. Hampir seluruh daerah pesisir juga sangat tertarik mengembangkan budi daya kepiting dengan memanfaatkan apartemen kepiting,” ungkapnya.
Musakkar mengungkapkan bahwa dengan adanya inovasi apartemen kepiting, pengembangan usaha budi daya kepiting bakau kini semakin mudah . Dengan adanya apartemen kepiting, para pembudi daya kini dapat melakukan penggemukan kepiting langsung pada pekarangan rumah mereka.
Setiap unit apartemen kepiting dapat tersusun dengan rapi pada halaman atau pekarangan rumah. Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan pekarangan samping atau bahkan belakang rumah untuk menempatkan apartemen tersebut.
Apartemen kepiting tersebut terdiri dari susunan boks-boks berukuran 40 x 36 x 18 cm. Setiap boks hanya untuk satu ekor bibit kepiting dengan berat minimal 300 gram. Setelah melalui proses penggemukan selama sekitar 15 hari, kepiting akan mencapai bobot yang cukup untuk dipasarkan, memberikan hasil yang menguntungkan bagi para pembudi daya.
“Apa lagi jika hanya membudidayakan pekarangan rumah. Tentunya lebih aman dan mudah untuk dipantau,” tambahnya.
Musakkar menjelaskan sejauh ini, memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan pada kedua desa tersebut masih bisa lebih besar . Meskipun secara umum minat masyarakat terhadap program pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya komoditas perikanan air tawar masih perlu di tingkatkan
“Namun, jika program bantuan apartemen kepiting ini berjalan dengan baik, saya yakin akan lebih banyak warga yang berminat untuk mengembangkan usaha budidaya perikanan air tawar,” tutupnya.





