MakassarNewsPemiluPolitik

Debat Kedua Pilkada Kota Makassar: Menyongsong Masa Depan Kota Berperadaban Maju

SOLUSIMEDIA.ID, Makassar – Memasuki tahapan penting dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar kembali menggelar debat kandidat, yang akan berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada 13 November pukul 13.00 WITA mendatang.

Pada debat kali ini, tema besar yang diusung ialah “Wujudkan Makassar Kota Berperadaban Maju Melalui Harmonisasi Pembangunan Nasional dan Daerah, Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkeadilan, dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.” Tema ini mencerminkan ambisi kuat untuk membangun Makassar yang lebih beradab, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam debat ini, para calon pemimpin akan menghadapi tantangan untuk merumuskan dan memaparkan gagasan yang tidak hanya progresif, tetapi juga realistis, dalam upaya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi oleh Kota Makassar.

Isu-isu utama yang akan menjadi sorotan meliputi tata kelola lingkungan hidup yang adil, pembangunan yang selaras antara pusat dan daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  Vihara Megah Diresmikan, Wali Kota: Ini Simbol Keberagaman dan Kerukunan

KPU berharap debat ini dapat menjadi wadah bagi kandidat untuk menunjukkan kapabilitas mereka dalam membawa perubahan nyata bagi masa depan Makassar.

Kehadiran tujuh panelis dengan latar belakang keahlian yang beragam diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memberikan perspektif mendalam mengenai berbagai topik penting tersebut.

Berikut ini adalah para panelis yang akan terlibat dalam debat:

  1. Prof. Dr. Ir. Khusnul Yaqin, M.Sc., Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin.
  2. Dr. Syarifa Raehana, S. Ag., M. Ag., akademisi Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia sekali
  3. gus aktivis Perempuan.
  4. Dr. Mohammad Arif, S.H., M.H., Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia.
  5. Lusia Palulungan, S.H., M.Hum., aktivis perempuan dan pegiat sosial dari Yayasan BAKTI.
  6. Abdul Karim, pegiat demokrasi dan kolumnis di Tribun Timur.
  7. Andi Nonong Sunrawali, SE., M.Si., akademisi dari Yayasan An Nahl Al Aqsha.
  8. Nur Syarif Ramadhan, S.Pd., aktivis disabilitas, Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), yang juga memimpin Forum Masyarakat Pemantau Indonesia Inklusif Disabilitas (FORMASI Disabilitas.
BACA JUGA  Pjs Wali Kota Arwin Azis Resmikan Program CSR Nusantara Peduli Stunting di Puskesmas Kaluku Bodoa

Para panelis ini diharapkan dapat menggali dan menguji komitmen kandidat terhadap visi pembangunan kota yang lebih manusiawi dan berperadaban.

Dari pemaparan mengenai langkah-langkah untuk menjaga kelestarian lingkungan hingga ide-ide meningkatkan kesejahteraan secara merata, debat ini diharapkan bisa mempertemukan berbagai perspektif yang beragam untuk mewujudkan masa depan Makassar yang lebih baik.

KPU Kota Makassar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menyaksikan dan mencermati jalannya debat ini sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.

Sebagai salah satu titik penting dalam Pilkada 2023, debat ini diharapkan memberi gambaran utuh kepada publik tentang calon pemimpin yang siap mengemban tugas berat dalam membawa perubahan nyata bagi Kota Makassar.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button