
“Ummati, ummati, ummati. Masjid tempat berkumpulnya ummat. Kalau kita menjaga masjid maka sama halnya kita menjaga keharmonisan ummat. Maka kota pun ikut terjaga,” ungkapnya.
Sementara, Kabag Kesra, Muh. Syarief menambahkan ada dua tahap proses seleksi yang dilakukan pihaknya.
Pertama, pelatihan remaja masjid. Kedua, pelatihan manajemen masjid.
“Jadi prosesnya ini dari bulan juli tahun lalu. Kota laksanakan pelatihan dan diklat. setelah itu kita lihat bagaiamana penerapan di masjid masing-masing,” paparnya.
Lalu, kata Syarief, untuk penentuan seleksinya, pihaknya menggunakan jasa pihak ketiga yang memang berkompoten untuk menilai dari segala indikator.
“Jadi memang benar-benar terseleksi,” tandasnya.
(*)





