
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan konferensi pers daring, Jumat (24/1/2025), untuk memaparkan kinerja APBN regional Sulsel hingga akhir tahun 2024. Laporan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari stabilitas ekonomi hingga realisasi belanja negara.
Inflasi Stabil, Ekspor Tetap Unggul
Inflasi Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 berhasil dikendalikan di angka 1,27% (yoy), lebih rendah dari target nasional 3%+1. Penurunan harga pangan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan ini.
Dari sisi ekspor, Fero-Nikel tetap menjadi komoditas andalan dengan pertumbuhan 29,6% (yoy), sementara Cina dan Jepang menjadi tujuan utama ekspor.
Neraca perdagangan Sulsel mencatat surplus USD 32,95 juta pada Desember 2024, meskipun secara kumulatif sepanjang tahun terjadi penurunan 0,59% (yoy) akibat peningkatan impor, terutama beras untuk menjaga stabilitas harga.
Kinerja Positif Belanja dan Penerimaan Negara
Realisasi belanja negara di Sulsel mencapai Rp57,36 triliun atau 97,73% dari pagu, meningkat 4,83% dibanding tahun sebelumnya. Belanja ini menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional.
Dari sisi penerimaan, pajak menyumbang Rp13,80 triliun atau 100,29% dari target. Penerimaan ini didukung sektor perdagangan, jasa keuangan, dan industri pengolahan.
Namun, penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mengalami kontraksi akibat perlambatan di sektor pertambangan dan transportasi.
Sementara itu, penerimaan bea dan cukai mencapai Rp490,82 miliar atau 101,94% dari target, didorong oleh peningkatan ekspor kakao dan impor berbayar.
Penyaluran Dana dan Dukungan UMKM
Dana transfer ke daerah mencapai Rp29,71 triliun atau 93,01% dari pagu, sebagian besar digunakan untuk Dana Desa dan Dana Alokasi Umum.
Di sisi lain, dukungan bagi usaha kecil terus diperkuat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp16,78 triliun dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp322,98 miliar.
Pengawasan dan Perlindungan Ekonomi
Pengawasan bea dan cukai di Sulsel mencatat hasil signifikan. Hingga akhir 2024, lebih dari 19 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan dengan nilai barang mencapai Rp28,28 miliar.
Selain itu, penindakan terhadap narkotika meningkat dengan 96 kasus yang ditangani sepanjang tahun.
Optimisme Menuju 2025
Secara keseluruhan, kinerja APBN Sulsel tahun 2024 menunjukkan capaian yang positif meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.
Pemerintah optimistis peran APBN sebagai penopang ekonomi akan terus dimaksimalkan untuk menghadapi dinamika ekonomi pada tahun 2025.





