
Tahun Baru Imlek ini, menurutnya, bukan hanya perayaan bagi masyarakat Tionghoa melainkan momentum untuk terus menjaga keharmonisan dan merekatkan silaturahmi antar warga.
Apalagi Makassar di bawah kepemimpinannya membuktikan mampu keluar sebagai salah satu kota yang mempunyai toleransi tinggi.
“Moment ini bukan hanya sekadar bergembira bersama dalam rangka Gong Xi Fa Cai, tapi terkhusus sekaligus reuni, silaturahmi, share, dan mendiskusikan hal-hal lepas,” tuturnya.
Imlek juga, lanjut Danny Pomanto merupakan mementum evaluasi bagaimana solidaritas antar umat beragama di Kota Makassar.
Memasuki tahun ular dengan elemen kayu ini, ular adalah simbol kebijaksanaan, kecerdasan, intuisi, dan kreativitas.
Hewan ini juga melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan umur yang panjang. Dalam mitologi, ular juga dianggap sebagai penjaga tempat suci, pembawa pesan ilahi, dan simbol kelahiran kembali karena kemampuannya mengganti kulit.
(*)





