
Ia menjelaskan bahwa pihaknya mendukung dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan.
Meski begitu pengelolaan sampah di bawah seperti di tingkat kecamatan tetap menjadi tantangan dan lokus utamanya.
“Tugas DLH berfokus pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini ada ratusan TPA yang mendapat peringatan pusat, sehingga ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ferdy menekankan pentingnya solusi pemilahan sampah berbasis rumah tangga, yakni memilah sampah sejak dari sumbernya.
Di samping, dirinya juga mengapresiasi peran NGO yang telah memanfaatkan sampah organik sebagai bagian dari ekonomi sirkular.
“Kami ingin mendiskusikan lebih lanjut dalam forum ini agar bisa merumuskan program yang tepat untuk tahun 2025,” tambahnya.
(*)





