BusinessNewsRegionalRegionalSulawesi

Bertumbuh Pelan,Ekonomi Syariah Indonesia Terkendala Aturan dan Minim Inovasi

OJK Sulselbar Gelar Diskusi Ekonomi Islam

SOLUSIMEDIA.ID, MALANG – Rendahnya  literasi masyarakat menjadi salah satu  tantangan pengembangan ekonomi syariah dalam negeri.

Hal itu di sampaikan  Profesor investasi dan keuangan Islam dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Imron Mawardi, Sp., M.Si.,saat media gathering OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) di Hotel The Alana Malang, Minggu (24/11/2025).

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2025 menunjukkan literasi keuangan syariah baru berada di angka 43,42%, sedangkan inklusi hanya 13,41%.

BACA JUGA  Di Dominasi  Belanja Online, Kerugian Akibat Scam di Sulsel Tembus Rp106 Miliar dalam Setahun

Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan sektor keuangan konvensional.

Selain itu Prof Imron menyoroti  belum selarasnya berbagai regulasi yang mendukung ekonomi syariah.

“Menurut saya, penerapan ekonomi syariah tidak bisa totally karena regulasi tidak mendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem halal membutuhkan kerja sama banyak lembaga seperti BPKH, MUI, BI, OJK, Kemenkop, Kemenkeu, hingga LPS.

Kendala regulasi ini juga terlihat dalam penerapan UU Jaminan Produk Halal (JPH)

“Pelaksanaan UU Jaminan Produk Halal lemah.” Tegas Prof Imron.

BACA JUGA  Jelang Idulfitri , Umiyati Minta Gerakan Pangan Murah Digencarkan di Makassar

Lihat Semua

1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button