
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Wajo terus memperkuat upaya mewujudkan kawasan bebas sampah melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi. Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kecamatan Wajo mendistribusikan 22 bak sampah khusus organik untuk seluruh armada pengangkut sampah yang beroperasi di wilayahnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemilahan sampah sejak dari sumbernya, sehingga volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang dapat ditekan secara signifikan.
Camat Wajo, Ivan Kalalembang, mengatakan penyediaan bak sampah organik untuk setiap armada pengangkut merupakan bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Sebanyak 22 bak sampah organik kami distribusikan untuk 22 armada truk pengangkut sampah. Dengan sistem ini, sampah sudah dipilah sejak proses pengangkutan sehingga yang masuk ke TPA Antang nantinya hanya sampah residu,” ujar Ivan di Jalan Sangir, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, sampah organik yang terkumpul tidak lagi dicampur dengan jenis sampah lainnya. Seluruh sampah organik akan diarahkan ke TPS3R Satando di Kelurahan Malimongan Tua untuk diolah menjadi kompos serta dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan, termasuk pembuatan biopori.





