
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Komisi D, Muchlis Misbah, menjelaskan terkait dampak efisiensi anggaran yang disampaikan oleh pemerintah pusat, khususnya untuk sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan.
Menurut Muchlis, pemangkasan anggaran yang terjadi tidak begitu berdampak signifikan terhadap Komisi D, karena sektor yang menjadi mitra mereka, yakni Dinas Pendidikan dan Kesehatan, adalah prioritas dalam program Wali Kota Makassar yang baru.
“Pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas. Kami meminta agar pemangkasan anggaran tidak terlalu besar pada sektor-sektor ini, karena ini adalah kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya saat menjadi narasumber pada program Parlemen Update di channel Solusimedia.id_Official.
Muchlis Misbah, mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan gratis dan seragam sekolah gratis adalah dua program unggulan yang terus diperkuat oleh pemerintahan Wali Kota Makassar yang baru.
Muchlis menekankan bahwa salah satu langkah besar yang dilakukan adalah memastikan bahwa warga Makassar, terutama yang tidak mampu, tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa memikirkan biaya.
“Dibidang Kesehatan pelayanan orang sakit itu gratis di RS Daya yang tidak punya KIS, tidak punya BPJS, tidak punya uang itu aksesnya kesana, selama dia memiliki KTP Kota Makassar dan pastilah ditandai dengan surat keterangan tidak mampu,” ujar Muchlis.
Tak hanya itu, Muchlis juga menyoroti program lain yang mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti pemberian kain kafan gratis dan ambulans gratis.
“Pemberian pelayanan kain kafan gratis dan ambulans gratis ini semua program pemerintah kota Wali Kota sebelumnya, tapi ada penambahan penambahan item di pemerintahan Wali Kota Baru,” katanya.
Di sektor pendidikan, Muchlis mengungkapkan bahwa Wali Kota Makassar juga mengedepankan pendidikan gratis untuk anak-anak, terutama untuk anak ditingkat SD dan SMP.
“Kebetulan visi dan misi Wali Kota yang baru sudah jelas bahwa didalam programnya itu pemberian seragam sekolah gratis untuk anak SD dan SMP,” ujarnya.
Dalam hal hubungan antara legislatif dan eksekutif, Muchlis menyatakan bahwa pentingnya harmonisasi antara DPRD dan pemerintah Kota Makassar sangat diperlukan.
Ia menyebutkan bahwa Wali Kota yang baru selalu berkomunikasi dengan DPRD untuk memastikan program-program pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.
“Wali Kota yang terpilih senantiasa membangun hubungan yang harmonis dengan DPRD. Kami selalu dipanggil untuk berdiskusi agar setiap unek-unek bisa tersalurkan,” ujar Muchlis.
Muchlis juga menyoroti kinerja Dinas Sosial, yang selama enam bulan terakhir telah bekerja keras menangani bencana banjir di tiga kecamatan besar di Makassar, yaitu Manggala, Biringkanaya, dan Tamalanrea.
“Saya sangat salut dengan kinerja teman-teman di Dinas Sosial, yang sampai saat ini masih memberikan bantuan kepada pengungsi korban banjir, termasuk mendirikan dapur umum dan memberikan makanan gratis,” katanya.
Mengenai tugas DPRD, Muchlis menjelaskan bahwa selama masa reses yang dilakukan dalam minggu ini, anggota DPRD diwajibkan untuk turun ke lapangan dan melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Reses bukan untuk evaluasi, melainkan untuk mendengar langsung aspirasi warga. Setelah itu, kami melakukan kunjungan dapil (kundapil) untuk memantau apakah aspirasi yang disampaikan sudah terealisasi dengan baik dan sesuai dengan spek yang diharapkan,” tambahnya.
Muchlis menegaskan bahwa tugas DPRD adalah memastikan setiap program yang diusulkan dan dilaksanakan oleh pemerintah benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan yang intensif, ia berharap kinerja DPRD Kota Makassar dapat terus meningkat demi kesejahteraan masyarakat.
Selengkapnya saksikan Parlemen Update di Youtube Channel Solusimedia.id
https://youtu.be/X75yyJ_RZWU





