
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Menjelang bulan Ramadan, sejumlah kebutuhan pokok di pasar Kota Makassar mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.
Salah satu yang paling mencolok adalah harga cabe yang melambung tinggi, dari Rp 40.000,- per kilogram menjadi Rp 80.000,- hingga Rp 90.000,- per kilogram.
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, saat menjadi tamu pada program Parlemen Update di YouTube Solusimedia.id_official mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini berpengaruh langsung pada masyarakat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada harga-harga yang stabil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Karena saya ini seorang ibu dan yang namanya pasar memang tidak asing bagi saya jadi saya langsung turun kebawah. Kondisi bulan Ramadan ini ada memang kebutuhan pokok yang memang harganya itu melonjak,” ujar Andi Suhada.
Andi menambahkan bahwa Komisi D DPRD Kota Makassar, yang membawahi bidang kesejahteraan rakyat, terus bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan dinas terkait untuk mencari solusi agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah mengadakan pasar murah dan memastikan distribusi barang yang lancar di pasar-pasar tradisional.
“Ini tentunya sangat berpengaruh bagi masyatakat khususnya kota Makassar, jadi fungsi kami disini di DPRD Kota Makassar khususnya di Komisi D kesejahteraan rakyat kami biasanya kalau memanggil SKPD yang terkait yang jadi mitra kami itu bahkan kami adakan diskusi jadi diskusi dalam hal ini bagaimana caranya dinas dinas terkait bisa turun kebawah untuk melihat kondisi pasar yang ada jadi bagaimana caranya kebutuhan pokok ini bisa menyentuh langsung Masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Suhada juga mengingatkan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri memang sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap tahun. Namun, ia berharap pihak-pihak terkait bisa menemukan langkah yang lebih efektif untuk mengendalikan harga agar tidak terlalu memberatkan masyarakat.
“Biasa memang begitu selalu menjelang bulan Ramadan apalagi nanti menjelang idul fitri barang barang ada memang yang naiknya tidak terlalu signifikan tapi ada bahkan yang sampai melambung jauh contohnya bawang putih dan cabe,” tuturnya.
Selain itu, Andi Suhada juga menanggapi masalah PPDB yang setiap tahun kerap menjadi sorotan.
Meskipun gejolak PPDB belum terlihat karena masih jauh dari waktu penerimaan, Suhada berharap pemerintahan yang baru akan membawa kebijakan yang lebih baik, termasuk dalam hal pembagian seragam sekolah gratis.
Program ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua, khususnya yang kurang mampu.
“Ini ada gratis seragam sekolah dan itu nanti seperti apa akan kita lihat semoga memang program ini akan berjalan dengan baik dan tentunya sangat mempengaruhi kondisi di masyarakat kita khususnya orang tua yang memang tidak mampu karena pastilah di musim PPDB ini semua serba baru buku baru, baju baru, sepatu baru, nah itu semoga ini bisa terlaksana dengan baik program yang ada di pemerintahan yang baru ini,” tambahnya.
Suhada juga menyinggung pemberian bantuan sosial di tengah bencana alam, seperti banjir dan kebakaran yang baru-baru ini terjadi.
Ia mengapresiasi kinerja Dinas Sosial yang terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana, serta memastikan koordinasi antar dinas terkait berjalan dengan baik.
Dengan berbagai isu yang masih perlu perhatian, Andi Suhada dan Komisi D DPRD Kota Makassar tetap berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di Kota Makassar.
DPRD Kota Makassar, khususnya Komisi D, berencana untuk mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) setelah masa reses untuk menindaklanjuti masalah ini dan memastikan langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi bulan Ramadan yang penuh berkah.
Selengkapnya tayang di Youtube Solusimedia.id: solusimedia.id_official https://youtu.be/Pm39qj4UgE8
(*)





