
“Kami tidak ingin proses ini terpenggal-penggal. Jangan sampai ini sudah jadi, sudah bagus semuanya, lalu ada pihak-pihak yang protes karena merasa tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Selain regulasi, Pemkot Makassar juga menyoroti pentingnya perizinan yang efisien agar tidak menghambat perkembangan industri event.
Munafri menegaskan bahwa dalam semangat efisiensi, pemerintah tidak boleh hanya berpangku tangan, melainkan harus memastikan industri terkait tetap berjalan optimal.
Dalam upaya mendukung pertumbuhan sektor event, Pemkot Makassar juga berencana menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, termasuk concert hall dan pusat MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
Menurut Munafri, Makassar sebagai kota besar membutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pelaksanaan event skala nasional maupun internasional.
“Setiap saat kita punya ide yang cemerlang, selalu bermasalah dengan tempat, dan karena kita tidak punya seperti concert hall dan sejenisnya, sehingga kita kita ini terbatas dengan yang namanya cuaca. Jadi kalau hujan, ya sudah selesai,” tuturnya.
“Saya insyaallah saya tidak menjanjikan secepatnya, tetapi dalam perencanaan ini kami memang mempunyai sebuah rencana untuk menghadirkan MICE yang baik di Kota Makassar, tapi bersamaan dengan Stadion,” sambung Munafri.





