
“Saya berjanji, dalam kurung waktu dua bulan ke depan, semua posisi kepala sekolah yang kosong akan diisi secara adil, berdasarkan kompetensi, dan jika nanti ditemukan proses jual beli jabatan, maka hari itu juga yang bersangkutan akan saya pecat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kompetensi guru dan kepala sekolah dalam menjadi teladan di lingkungan sekolah. Dalam hal ini tentunya, Pemerintah Kota Makassar juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan karier guru, termasuk membuka peluang untuk belajar ke luar negeri bagi mereka yang memiliki kapasitas.
“Guru itu adalah profesi yang mulia, dan saya ingin masyarakat bangga menjadi guru. Guru juga tidak boleh berhenti belajar, agar ilmu pengetahuannya berkembang sangat cepat, dan kita harus mampu mengimbangi,” katanya.
Tak hanya itu, Wali Kota Makassar juga menyampaikan bahwa dalam perubahan anggaran mendatang, pihaknya akan menambah alokasi untuk pengembangan Dinas Pendidikan. Selain itu, peserta didik juga akan diberikan kesempatan belajar di sekolah-sekolah unggulan, termasuk swasta berdasarkan meritokrasi.
Diakhiri Sambutannya, Munafri juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan menghindari ego sektoral dalam dunia pendidikan. Dan kita harus satu visi. “Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” pungkasnya.





