

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.
“Kehadiran para kader diharapkan dapat menjadi agen perubahan atau perpanjangan tangan untuk menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya rumah sehat dan layak huni di masyarakat,” jelasnya.
Sebagai narasumber utama, Ketua Pokja III TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Sri Suro Adhawati, turut hadir dan menyampaikan materi terkait kriteria rumah sehat, layak huni, dan tidak layak huni.
Ia menyebutkan bahwa kriteria ini penting dipahami oleh seluruh kader PKK sebagai acuan dalam menjalankan tanggung jawabnya di lapangan.
“Rumah ramah lingkungan adalah rumah yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, mulai dari proses pembangunan hingga rumah tersebut dihuni. Dengan menerapkan konsep ini, akan banyak manfaat yang kita peroleh, baik untuk keluarga maupun untuk lingkungan sekitar,” jelasnya
Ia berharap para kader tidak hanya membawa pulang pengetahuan, tetapi juga semangat untuk melakukan perubahan nyata di lingkungan.
“Edukasi mengenai rumah sehat dan layak huni menjadi langkah awal dalam membentuk masyarakat yang lebih peduli terhadap kesejahteraan keluarga dan lingkungan,” jelasnya.





