

“Pelayanan imunisasi, kesehatan dasar, serta penyuluhan harus berjalan beriringan. Kader Posyandu adalah garda terdepan dalam memastikan anak-anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas,” jelasnya.
Melinda menjelaskan Posyandu Prima adalah inovasi yang mengintegrasikan layanan kesehatan dasar, gizi, imunisasi, KB, dan PAUD, sehingga anak-anak mendapat pelayanan terpadu dan berkelanjutan di satu tempat.
“Di Kota Makassar, saat ini telah ada lima Posyandu Prima yang pelayanannya terintergrasi enam budang dan melayani seluruh siklus hidup yang mencakup bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.
“Posyandu Prima adalah mitra penting bagi layanan PAUD. Keduanya harus saling mendukung untuk menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan ceria,” tambahnya.
Untuk itu, Melinda menekankan PAUD dan Posyandu adalah prioritas utama dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pemberdayaan masyarakat.
Bukan sekadar urusan administratif.
Apalagi, isu stunting masih menjadi perhatian nasional yang menuntut kolaborasi seluruh elemen, termasuk kader dan tenaga pendidik PAUD.
“Insyaallah, jika PAUD dan Posyandu terintegrasi dengan baik, maka angka stunting bisa kita tekan. Posyandu di Kabupaten Sejahtera bahkan berhasil menurunkan angka stunting hingga 15 persen dalam dua tahun terakhir. Ini bukti nyata bahwa integrasi ini adalah langkah strategis untuk mewujudkan generasi emas,” pungkasnya.





