
SOLUSIMEDIA.ID – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.
Hingga pertengahan Desember 2025, dampak bencana masih dirasakan luas, baik dari sisi korban jiwa, kerusakan infrastruktur, maupun kondisi sosial warga terdampak.
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana tersebut telah melampaui 1.000 jiwa, dengan kisaran 1.059 hingga 1.090 orang.
Selain itu, ratusan warga masih dinyatakan hilang dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Ratusan ribu warga terdampak terpaksa mengungsi karena rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka rusak berat atau tidak lagi aman untuk dihuni .
Di banyak daerah, akses jalan terputus akibat longsor dan banjir, menyulitkan proses evakuasi serta distribusi bantuan.
Sejumlah wilayah bahkan sempat terisolasi karena jaringan listrik dan telekomunikasi lumpuh.
Kondisi ini memperparah situasi warga yang membutuhkan pertolongan cepat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.





