MakassarNews

Makassar Creative Hub Diresmikan, Program “Nabuka” Jadi Simbol Ruang Kreatif Inklusif

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Di tengah dinamika pembangunan kota yang semakin pesat, Pemerintah Kota Makassar mempersembahkan sebuah ruang baru yang dirancang sebagai pusat pertumbuhan ide, kreativitas, dan kolaborasi generasi muda: Makassar Creative Hub (MCH).

Peresmian MCH yang digelar pada Sabtu malam (21/6) turut memperkenalkan program unggulan bertajuk “Nabuka”, sebuah inisiatif yang mencerminkan semangat keterbukaan, inklusivitas, dan sinergi dalam ekosistem industri kreatif.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Andi Muh. Yasir, yang juga merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokja) MCH, menjelaskan bahwa “Nabuka” diambil dari bahasa Makassar yang berarti “membuka”.

Makna tersebut dipilih sebagai filosofi utama program ini, yaitu membuka peluang, membuka ruang ide, dan membuka akses bagi kolaborasi antarpelaku kreatif dari berbagai latar belakang.

“Namun maknanya lebih dari sekadar membuka pintu atau jendela. Nabuka adalah gerakan simbolik membuka diri terhadap perbedaan,” ujar Yasir.

Dalam peluncuran resminya, Makassar Creative Hub (MCH) memperkenalkan salah satu program unggulan bertajuk Nabuka. Menyulam Imajinasi Makassar, sebagai bagian dari upaya membangun ruang tumbuh kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar sekaligus anggota Kelompok Kerja (Pokja) MCH, Andi Muh. Yasir, menjelaskan bahwa Nabuka berasal dari bahasa Makassar yang berarti “membuka”.

BACA JUGA  DPR RI Siap Menunggu Penetapan Plt Direktur Utama BEI oleh OJK

Namun dalam konteks program ini, nabuka mengandung makna yang lebih dalam: membuka diri, membuka percakapan antar-gagasan, antar-generasi, dan antar-disiplin.

“Ini bukan sekadar membuka pintu ruang fisik, tetapi membuka kemungkinan baru—membangun jembatan ide antara yang tua dan muda, antara yang mapan dan yang sedang tumbuh,” ungkap Andi Yasir.

Mengusung tema besar “Menyulam Imajinasi Makassar”, MCH ingin menjelma menjadi lebih dari sekadar bangunan. Tapi, menjadi ruang hidup tempat bertemunya komunitas, pelaku seni, kreator muda, serta pemangku kebijakan untuk saling bertukar ide, berkolaborasi, dan menenun masa depan kota secara kolektif.

“Makassar adalah kota yang terus bertumbuh dan berubah. Kita membutuhkan ruang yang bukan hanya menampung kreativitas, tapi juga menyatukan benang-benang gagasan menjadi kain kolektif yang hidup,” tambah Yasir.

Ia juga menekankan bahwa menyulam adalah metafora penting dalam kerja kreatif: proses yang penuh kesabaran, presisi, dan kasih.

Di sinilah MCH berperan sebagai ekosistem yang merawat dan merangkai potensi kreatif Makassar, dari lorong hingga panggung, dari kampus hingga kafe, dari pelabuhan hingga ruang digital.

Dengan hadirnya program Nabuka, MCH mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk bersama-sama membuka lembaran baru bagi kreativitas kota.

“Sebuah ajakan untuk menyulam Makassar melalui semangat kolaborasi, keberanian berekspresi, dan harapan akan masa depan yang lebih inklusif dan imajinatif,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pemkot Makassar Resmi Lantik 1.746 PPPK Formasi 2024, Perkuat Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi

Sebelum pembukaan acara tersebut. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, menghadirkan Youth Fest, sebuah perhelatan besar yang menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan edukasi bagi anak-anak muda kota ini.

Lebih dari sekadar festival, Youth Fest adalah panggung untuk ide-ide segar, komunitas aktif, dan semangat keberlanjutan yang digaungkan oleh generasi muda.

Di dalam rangkaian Youth Fest tahun ini, terdapat beberapa program turunan yang menjadi highlight utama. Nabuka (Ngumpul Bareng Anak Muda Makassar) Forum terbuka yang menghadirkan pemuda lintas latar belakang untuk saling bertukar gagasan, berbagi inspirasi, dan membangun jaringan kolaborasi.

“Kemudian, lingkar lomunitas. Sesi khusus yang mempertemukan berbagai komunitas di Makassar dalam sebuah lingkar sinergi. Di sini, masing-masing komunitas mempresentasikan karya, program, dan misi mereka membangun jembatan kolaborasi antar-entitas untuk gerakan pemuda yang lebih solid dan berdaya,” jelasnya.

Selain itu, dilakukan sustainability workshop. Workshop interaktif yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan seputar isu keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sampah, gaya hidup ramah lingkungan, hingga ekonomi hijau.

“Generasi muda diajak untuk tidak hanya kreatif, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” sebutnya.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button