
Ia menguraikan cara membaca grafik pertumbuhan pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), yang mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan indeks massa tubuh anak.
Selain itu, dr. Tan juga membagikan strategi komunikatif untuk para kader posyandu dalam membangun kedekatan dengan para ibu agar rutin membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan guna memantau tumbuh kembang secara berkala.
Kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, program Rumah Gizi menjadi salah satu inisiatif prioritas dalam mendorong peningkatan gizi keluarga serta upaya pencegahan stunting secara menyeluruh.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh puskesmas dapat mereplikasi praktik baik dari Rumah Gizi Panampu dan menerapkannya sesuai kondisi wilayah masing-masing, guna memperkuat ketahanan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
(*)





