
“Kenapa ini penting? Karena kita belajar menumbuhkan entrepreneurship. Kalau jumlah wirausahawan kita sangat sedikit, ekonomi pasti berputar lambat,” tegas Munafri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkot Makassar telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa Makassar Creative Hub. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat peningkatan kapasitas pengusaha muda, mulai dari pelatihan keterampilan (upscaling), penguatan kompetensi (upgrading), hingga akses permodalan.
“Makassar Creative Hub ini tempat kita membekali anak-anak muda. Bagaimana memanage keuangan, bagaimana menjadi pengusaha, dan bagaimana mengakses pembiayaan dengan mudah,” jelasnya.
Munafri mengungkapkan, banyak keluhan muncul bahwa peluang kerja di Makassar terbatas. Namun faktanya, banyak pekerja dari luar daerah yang justru datang dan sukses di Makassar.
Hal ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa peningkatan skill dan kompetensi adalah kunci untuk mampu bersaing.
“Banyak bilang di Makassar susah cari kerja. Tapi orang Jakarta datang kerja di sini. Artinya kemampuan kita belum komplit dengan kebutuhan pemberi kerja. Makassar Creative Hub hadir untuk menjembatani itu,” ujarnya.





