
“Kita punya banyak produk unggulan, namun belum terstandarisasi. Kita harus bergerak dari bawah, memperkuat UMKM dan membuka jalur ekspor melalui dukungan diaspora sebagai buyer maupun mitra distribusi,” tegas Budi Santoso.
Sesi ini dimoderatori oleh Parama Danesubroto, diaspora entrepreneur asal Amerika Serikat, yang menyoroti pentingnya keberanian inovasi dan ketahanan produk lokal dalam kompetisi global.
Aliyah Mustika Ilham pun menyambut baik arahan Menteri Perdagangan, dan menyatakan kesiapan Makassar dalam memperkuat peran daerah dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Makassar punya banyak potensi. Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. Kuncinya adalah inovasi, standarisasi, dan sinergi bersama diaspora,” ungkapnya.
Forum ini juga dihadiri oleh Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, dan hanya terbuka bagi peserta CID-8 serta anggota Working Group Entrepreneurship.
(*)





