
“Kenapa anak kita masuk kategori stunting? Karena pertumbuhannya tidak sesuai usianya. Bisa karena infeksi berulang, pola hidup yang buruk, atau kurang perhatian dari orang tua,” ujar Fatmawati saat memberikan edukasi di hadapan warga dan kader kesehatan.
Dalam pelaksanaan Program Genting, setiap anak akan dipantau secara intensif selama 56 hari. Intervensi meliputi pemberian makanan tambahan, pemantauan status gizi, dan edukasi kepada orang tua. Di Puskesmas Pampang sendiri, terdata 75 anak masuk sebagai lokus program.
“Kami mohon, mari sama-sama kita kawal program Genting ini. Jangan sampai pemerintah sudah memberi pendampingan, tapi perhatian orang tua masih kurang. Di bulan ketiga nanti, kita ingin lihat anak-anak kita tumbuh lebih sehat,” tambahnya.
Di hadapan masyarakat, Fatmawati juga menyampaikan skala besar program ini. Dengan total anggaran Rp62 miliar, Pemprov Sulsel menargetkan penurunan signifikan angka stunting pada 2026 mendatang.
Program Genting juga menjadi sarana sosialisasi dan dialog antara orang tua dan tenaga kesehatan. Salmia (44), warga Jalan Pampang 2, yang menjadi orang tua asuh bagi keponakannya yang mengalami stunting, mengaku sangat terbantu dengan program ini.





