
“Ke depan, kami berharap bisa bekerja sama melakukan kegiatan sosial seperti penyuluhan dan pemeriksaan gratis di wilayah tersebut,” imbuhnya.
Ia juga menekankan, urgensi keilmuan bedah mulut dan maksilofasial, yang meskipun secara cakupan terlihat terbatas, namun memiliki urgensi tinggi hingga diakomodasi dalam fakultas tersendiri di dunia pendidikan kedokteran.
Penyelenggaraan Kongres Nasional Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (Konas PABMI) 2025, yang akan digelar di Makassar pada 27–30 Agustus mendatang.
Ketua Kolegium Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Road to Boundaries National, yang telah dimulai sejak beberapa waktu lalu.
“Sebagai rangkaian, kami melakukan operasi bibir sumbing gratis di seluruh kawasan Indonesia Timur, termasuk pelayanan pembersihan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut,” ujar Prof. Ruslin.
Wakil Rektor I Unhas itu, juga menyampaikan bahwa Konas PABMI 2025 akan menjadi momentum penting karena akan dihadiri sekitar 800 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari para dokter spesialis, residen, dan mahasiswa kedokteran gigi.





