
Selain berkomitmen dalam percepatan akses keuangan, OJK juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi petani kakao agar petani kakao lebih waspada terhadap modus aktivitas keuangan ilegal dan penipuan yang sedang marak terjadi di masyarakat.
“Selain terbuai modus modus penipuan investasi illegal, dampak dari kurangnya literasi keuangan juga dapat mengakibatkan fenomena over consumerism atau gaya hidup berlebihan karena berbagai konten di media sosial yang bisa memicu berbagai keinginan yang mungkin saja sebenarnya tidak dibutuhkan” Kata Amiruddin.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Jufri Mahmud dalam sambutannya menyampaikan harapan agar OJK senantiasa berkolaborasi dengan para stakeholder di Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Pada kesempatan tersebut, Jufri Mahmud juga menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan atas perannya dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat.
Stabilitas sektor jasa keuangan akan sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan sektor riil termasuk UMKM, petani, nelayan, dan banyak masyarakat.





