
Nuansa santai semakin terasa dengan iringan musik khas Makassar berjudul Pantai Losari, yang menjadi salah satu lagu ikonik warga kota.
Bagi Munafri, pelayaran ini lebih dari sekadar agenda santai untuk menjamu tamu yang datang dari pusat, tetapi juga strategi promosi pariwisata Kota Makassar.
“Phinisi adalah warisan dunia dari Sulawesi Selatan, dan Pantai Losari adalah etalase kota kita. Menikmati keduanya sekaligus adalah pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, pertemuan santai dan informal ini sekaligus menjadi momen mempererat hubungan strategis antara Pemkot Makassar dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting untuk mengembangkan sektor pariwisata maritim dan ketahanan pangan lokal.
Hal ini sejalan dengan peran Titiek Soeharto di Komisi IV DPR RI yang relevan dengan potensi kelautan, dan perikanan Makassar, serta dukungan Mentan Amran untuk pengembangan pertanian perkotaan, ketahanan pangan, dan pasokan bahan pangan strategis.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah di sektor pertanian dan kelautan menjadi kunci untuk memperkuat posisi Makassar sebagai lumbung pangan dan sentra distribusi hasil laut, tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga untuk pasar nasional dan ekspor.





