
Aliyah juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama dalam membangun bangsa.
“Mari kita jaga semangat persatuan dan gotong royong demi Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.
Diketahui, momentum bersejarah ini turut diiringi pembacaan teks proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, yang menambah khidmat jalannya upacara.
Serta pembacaan teks Pancasila dan naskah UUD 1945 oleh petugas bersangkutan.
Suasana khidmat menyelimuti upacara, seakan menyatukan masa lalu perjuangan dengan semangat generasi hari ini untuk menjaga keutuhan bangsa.
Adapun filosofi formasi pengibar bendera merah putih. Pasukan pengibar Sang Merah Putih yang bertugas pagi ini adalah Pasukan Agra. Mereka membentuk formasi teratai—simbol kehidupan yang lahir dari perjuangan.
Dari lumpur derita, tumbuh harapan. Disiram air kehidupan, menjulang perlahan. Di bawah langit merdeka, mekarlah jiwa.
Inilah Paskibraka: teratai yang tak pernah layu, tegak menjaga semangat kemerdekaan untuk generasi bangsa.
Barisan pasukan paskibraka pun tampil penuh wibawa. Komando Kompi dipercayakan kepada Lettu Marinir Ronny Anto Damima, S.H., Danton Zeni Kompi Markas Yonmarhanlan VI Makassar.





