
“SP4N-LAPOR! memang hanya salah satu dari beberapa instrumen yang tersedia dan bisa digunakan masyarakat untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah,” lanjutnya.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Pemkot Makassar saat ini tengah mengintegrasikan berbagai kanal pengaduan untuk mempercepat penanganan dan memudahkan akses masyarakat.
“Salah satu yang baru kita launching adalah Lontara+ yang merupakan bagian dari super app layanan online terintegrasi warga Makassar. Di dalam Lontara+ terdapat fitur aduan,” jelasnya.
Menurutnya, sebanyak 12 kanal pengaduan, termasuk SP4N-LAPOR!, akan disatukan pada satu dashboard terpadu yang direncanakan rampung dalam satu bulan ke depan.

“Entah nanti dinamakan Makassar Quick Response atau nama lain, yang jelas SP4N-LAPOR! tetap menjadi bagian dari sistem tersebut,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa semakin cepat laporan tertangani maka semakin baik pula kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Lebih jauh ia mengungkapkan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga menjadi wadah untuk merumuskan kebijakan bersama.
“Termasuk hari ini kita bertemu agar bisa menghasilkan kebijakan yang memperkuat kolaborasi antar OPD. Karena aduan itu ada yang tidak bisa diselesaikan oleh satu OPD saja,” ungkap Muhammad Roem.





