
“Penerimaan bukan hanya tentang toleransi tetapi juga tentang pengakuan, penghargaan dan dukungan tanpa syarat,” ungkapnya.
Kata dia, meskipun telah ada kemajuan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan kesetaraan bagi anak-anak disabilitas.
Beberapa tantangan tersebut antara lain keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas, keterbatasan pelatihan guru, dan stigma sosial terhadap anak berkebutuhan khusus.
Untuk meningkatkan kesetaraan bagi anak-anak disabilitas, perlu dilakukan upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Beberapa solusi yang dapat diterapkan antara lain Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas Sekolah, meningkatkan infrastruktur sekolah agar ramah disabilitas dan menyediakan fasilitas yang dapat diakses oleh anak-anak dengan berbagai jenis disabilitas.
“Masyarakat yang inklusif dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak disabilitas,” sebutnya.
Ia pun berharap dengan penerimaan dan dukungan dari masyarakat, anak-anak disabilitas dapat merasa lebih percaya diri dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
(*)





