
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah, sejalan dengan target Makassar Bebas Sampah 2029.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Helmy Budiman mengatakan dalam APBD Perubahan 2025, Pemkot telah mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk pengadaan 50 motor pengangkut sampah, 8 mobil kontainer tertutup, serta program pendukung lainnya.
Armada baru ini akan ditempatkan di TPS3R dan 153 kelurahan agar layanan pengangkutan lebih bersih dan efektif.
“Semua langkah ini adalah bagian dari strategi besar Pemkot menuju Makassar Bebas Sampah. Kami ingin memastikan masyarakat merasakan perubahan nyata, baik dari sisi layanan pengangkutan, maupun pengelolaan sampah berbasis lingkungan,” terang Helmy.
Selain peremajaan armada, DLH juga menyiapkan 10 ribu komposter rumah tangga, 100 ribu biopori, eco enzyme, hingga pengembangan sentra maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Pemkot juga mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga melalui regulasi baru, serta mengaktifkan kembali bank sampah berbasis RT/RW yang terintegrasi dengan program urban farming.
Helmy juga menegaskan, penguatan pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di daratan, tetapi juga di pulau-pulau.
“Semua langkah ini adalah bagian dari strategi besar menuju Makassar Bebas Sampah 2029. Kami ingin masyarakat merasakan perubahan nyata, baik dari sisi layanan maupun pengolahan sampah,” ujar Helmy Budiman.
Di bagian hulu, Pemkot sudah menerbitkan Perwali Nomor 13 Tahun 2025 tentang retribusi persampahan. Selain itu, akan segera dikeluarkan surat edaran mengenai kewajiban pemilahan sampah rumah tangga.
Helmy mengungkapkan pihaknya kini fokus pada penguatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali bank sampah berbasis RT/RW yang terintegrasi dengan program Tanami Tanata dan urban farming.
Untuk mendukung target capaian 51,2% pengelolaan sampah pada 2025, DLH juga tengah menyiapkan 10 ribu komposter rumah tangga, 100 ribu biopori, dan pengembangan sentra maggot.
Sentra ini akan mulai dibangun di beberapa kecamatan, seperti Panakkukang yang telah disiapkan pasca kunjungan Wakil Wali Kota Makassar.(*)





