
Dalam seruannya, FKUB mengingatkan pentingnya menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi memecah persatuan bangsa serta mengganggu harmoni kebangsaan.
FKUB juga mengimbau para elit politik, pejabat, dan pengambil kebijakan agar lebih peka mendengar aspirasi masyarakat, serta menunjukkan keteladanan, empati, dan kepedulian sosial.
Selain itu, aparat keamanan yang bertugas diharapkan dapat bersikap sabar, bijaksana, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani aksi massa.
FKUB juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu maupun berita bohong, khususnya yang beredar di media sosial tanpa dasar kebenaran yang jelas.
Momentum doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kondusifitas, memperkuat kerukunan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.
“Mari kita saling Sikatutui—memperhatikan satu sama lain, di tengah perbedaan yang ada,” imbuh Fatur.
(*)





