
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tegas menyatakan bahwa insiden pembakaran Kantor DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (28/8) lalu bukanlah bentuk penyampaian aspirasi, melainkan merupakan tindakan makar yang mencederai hukum dan kemanusiaan.
Dalam keterangannya kepada pers usai menjenguk korban aksi unjuk rasa di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9), Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menewaskan empat aparatur sipil negara (ASN) yang sedang menjalankan tugas di kantor DPRD tersebut.
“Ingat, di Sulawesi Selatan ada empat ASN, orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik menjadi korban. Gedung DPR dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini, ini bukan penyampaian aspirasi,” tegas Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa keempat ASN tersebut bukanlah pihak yang terkait dengan kebijakan politik, namun menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh massa anarkis. Ia mengecam keras tindakan pembakaran, penyerangan, dan perusakan fasilitas umum yang terjadi di tengah aksi unjuk rasa.
“Saya prihatin atas tindakan sejumlah massa yang memang sengaja membakar, menyerang, merusak fasilitas umum, dan menciptakan amarah rakyat,” tambahnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam. Ia memerintahkan seluruh aparat penegak hukum untuk menyelidiki aktor intelektual dan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi, dan kita akan tidak ragu-ragu. Saya tidak ragu-ragu membela rakyat. Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apa pun saya hadapi atas nama rakyat,” ujarnya dengan nada tegas.
Presiden juga mengingatkan bahwa demonstrasi merupakan hak warga negara, namun harus dilakukan secara damai dan dalam koridor hukum. Tindakan kekerasan dan perusakan justru menjadi ancaman bagi demokrasi itu sendiri.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, empat korban meninggal dalam insiden tersebut adalah, Budi Haryadi (30) – Anggota Satpol PP Kota Makassar, Syaiful (43) Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, yang meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di RS Grestelina akibat luka parah usai melompat dari lantai empat gedung DPRD.
Muhammad Akbar Basri alias Abay, Fotografer Humas DPRD Makassar, ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di lantai tiga dan Sarinawati – Staf DPRD Makassar, ditemukan tewas bersama Abay di lokasi yang sama.
Abay dan Sarinawati, Keduanya diduga bersembunyi karena ketakutan saat massa mulai naik ke ruangan atas gedung DPRD dan melakukan penjarahan serta aksi brutal lainnya.
(*)





