
Alternatif sementara, termasuk pemindahan lokasi kerja dan penyesuaian agenda kedewanan, sedang dibahas agar fungsi DPRD tetap berjalan, terutama dalam mendukung kegiatan legislatif dan pelayanan publik.
Ia juga mengimbau masyarakat Makassar untuk tetap tenang, menjaga ketertiban, dan tidak terprovokasi isu-isu yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Kami berkomitmen untuk tetap bekerja profesional, menjaga integritas, serta memastikan pelayanan publik tidak terhenti meskipun menghadapi tantangan besar,” tegasnya.
Andi Rahmat menambahkan, peristiwa ini harus menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang demokrasi dengan cara damai dan bermartabat.
“Kami berharap doa, dukungan, dan kerja sama seluruh pihak agar DPRD Kota Makassar segera pulih dan kembali melaksanakan tugas demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.
(*)





