
Lanjut dia, Gedung ini akan menjadi ruang belajar tambahan bagi generasi muda gereja, untuk memperkuat iman dan taqwa bagi anak usia dini.
“Ini adalah bagian penting dalam membangun pondasi keumatan yang kuat. Apalagi di tengah derasnya arus media sosial, kita butuh benteng agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh infiltrasi negatif dari luar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Menurutnya, banyak orang cerdas secara akademik, namun lupa pada nilai etika dan keagamaan.
Karena itu, Munafri menegaskan perlunya kurikulum yang kembali menekankan pendidikan aqidah, iman, etika, serta tata krama di sekolah dasar.
“Selama ini kita sering marah kalau anak tidak ranking satu, atau tidak dapat nilai sempurna. Tapi kita kadang lupa, apakah mereka masih cinta rumah ibadahnya, apakah mereka masih mau membaca kitab sucinya. Inilah yang harus kita perhatikan bersama,” tambahnya.
Munafri berharap kehadiran gedung serbaguna ini bukan hanya menjadi tempat aktivitas jemaat, tetapi juga wadah membangun kerukunan, memperkuat nilai-nilai agama, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.





