
Ketimpangan antarwilayah juga terlihat jelas. Negara berpenghasilan tinggi di Amerika Utara memiliki tingkat diagnosis terbaik, sementara wilayah Asia Pasifik unggul dalam akses pengobatan. Sebaliknya, negara berpenghasilan rendah dan menengah masih jauh tertinggal dalam hal deteksi dini dan pengelolaan penyakit.
Menurut WHO, diabetes merupakan penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, hingga amputasi. Dalam kurun 2000–2019, angka kematian akibat diabetes meningkat 3 persen, dengan 2 juta kematian di tahun 2019 saja.
Meski berbahaya, diabetes bukanlah vonis mati. Risiko komplikasi bisa ditekan lewat gaya hidup sehat: pola makan seimbang, rutin beraktivitas fisik, pemeriksaan kadar gula secara teratur, serta kepatuhan menjalani pengobatan.
Peneliti mengingatkan, deteksi dini adalah kunci. Menyadari gejala sejak awal dapat menjadi langkah penting untuk mencegah epidemi tersembunyi ini semakin meluas.(*)





