
Terpisah, Ketua Umum PMM Dr Djonny Ferianto Sambokaraeng Pualillin, SpB,SubOnkologi(K) menyampaikan komunitas Mamasa di Makassar tersebar dalam kelompok-kelompok kecil berbasis kampung, sehingga belum ada forum besar yang mampu menyatukan seluruh warga.
“Selama ini kami banyak wadah kecil, misalnya dari kampung A, kampung B, jumlahnya sekitar 30-an. Namun, belum ada ruang komunikasi yang lebih besar. Karena itu, kami bersepakat membentuk organisasi agar koordinasi lebih baik,” ujar Djonny.
Diketahui, jumlah warga Mamasa di Makassar diperkirakan mencapai 20 ribu orang, belum termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan.
Angka tersebut, kata Djonny menjadi dasar pentingnya pembentukan wadah persatuan agar sesama perantau dapat saling mengenal dan membantu, terutama ketika ada yang mengalami kesulitan.
Selain deklarasi, kegiatan awal organisasi ini adalah dialog dengan Bupati Mamasa untuk membahas peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ujung-ujungnya bagaimana kita bisa bersama-sama meningkatkan pembangunan masyarakat di Mamasa melalui jejaring perantau di Makassar maupun daerah lain,” papar dokter ahli kanker tersebut.





