
Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas untuk penggiat-pengguat literasi di kota Makassar perlu dikembangakn.
“Saya pernah berdiskusi dengan para penggiat literasi di kota Makassar, ternyata tingkat literasi kita bukan kurang, hanya saja masih kurangnya fasilitas yang tersedia, seperti kualitas buku dan tempat yang memadai” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Aryati Puspasari Abady, serta tokoh-tokoh pendidikan dan literasi.
Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti nyata bahwa literasi adalah gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Melalui momentum ini, Bunda Literasi Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan literasi di semua lini. Mulai dari sekolah, komunitas, hingga lingkungan keluarga.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Dropbook Point yang akan hadir di berbagai titik di Makassar.
Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kota Makassar diharapkan dapat melahirkan generasi gemar membaca yang siap menghadapi tantangan masa depan.





