
SOLUSIMEDIA.ID, JENEPONTO – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jeneponto serta PLN Punagaya meluncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Rabu (24/9/2025).
Program TAMASYA merupakan salah satu inisiatif Quick Win BKKBN yang berfokus menyediakan layanan pengasuhan anak usia dini yang aman, terjangkau, dan berkualitas, khususnya bagi orang tua bekerja.
Dengan tema “Orang Tua Tenang Bekerja, Anak Ceria Bersama Tamasya”, program ini disusun oleh TPA Belay Kasih untuk mendukung produktivitas orang tua, terutama ibu bekerja, tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Program GENTING diarahkan pada intervensi keluarga rentan stunting melalui bantuan sesuai kebutuhan, baik nutrisi maupun non-nutrisi, guna meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan secara simbolis, antara lain:
- Renovasi rumah layak huni oleh Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla, di mana Kabupaten Jeneponto menerima tiga unit dari total 10 unit se-Sulsel.
- Bantuan sedekah genting dari Kemendukbangga/BKKBN Sulsel bersama Yayasan Rumah Zakat bagi keluarga sasaran ibu hamil.
- Dukungan nutrisi dari PT. Niver Pratama Inforindo berupa 60 dus berisi 2.400 kotak susu UHT yang dibagikan di tiga kabupaten, termasuk 20 dus untuk Jeneponto, serta tambahan bantuan telur bagi ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD.
Selain itu, dilakukan pula distribusi Makanan Bergizi (MBG) untuk sasaran B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD) melalui 21 Satuan Petugas Pendampingan Gizi (SPPG) di Jeneponto dengan total 4.568 penerima.
Rangkaian acara juga mencakup pengukuhan Ayah Bunda Genre Kabupaten Jeneponto, sambutan dari Bupati Jeneponto serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH., MM., hingga peresmian layanan Taman Asuh Sayang Anak di TPA LP2AUD Belay Kasih 2, Kecamatan Binamu.
Pada kesempatan itu, turut dilakukan peninjauan fasilitas, simulasi kegiatan edukatif anak, serta pelatihan bagi pengasuh.
Sebagai catatan, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan berada pada angka 23,3 persen.
Kabupaten Jeneponto tercatat sebagai daerah dengan prevalensi tertinggi, yakni 37 persen. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat upaya penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor serta dukungan masyarakat.
(*)





