
Ia juga menyoroti risiko penyimpanan makanan yang terlalu lama sebelum disajikan kepada Siswa.
Menurutnya, makanan yang dibiarkan berjam-jam dalam wadah dapat cepat basi dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
“Makanya, dapurnya yang harus disterilisasi atau dipantau ketat. Sebaiknya makanan jangan terlalu lama di dalam tempatnya, karena itu yang bisa membuat makanan yang baik menjadi tidak baik. Bayangkan misalnya kalau jam 1 malam dimasak, jam 10 baru disajikan,” tegasnya.
Menurutnya, keracunan yang terjadi di sejumlah daerah bisa dipicu dari nasi basi berjamur akibat penyajian yang tertunda.
Hal tersebut perlu menjadi atensi Pemkot Makassar agar kejadian serupa tak terjadi di kota ini.
“Karena keracunan itu, bukan semuanya keracunan. Nasi itu sudah basi, berjamur, sudah banyak jamur di situ membuat orang mencret, sakit perut, muntah-muntah karena terlalu lama disajikan,” jelas Muchlis.
Pemerintah Kota Makassar kini menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar berjalan aman sekaligus memenuhi standar gizi.
Saat ini, tercatat 45 lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif beroperasi dengan total penerima manfaat mencapai 138.636 orang.





